User
Password
  Beranda
  Galeri Foto
  Kontak YM
  Alamat Facebook
  Naskah Hikmah
  Intermezem
  Buku Tamu
  IESP (100)
  Akuntansi (74)
  Manajemen (78)
06-08-2010 13:38
yudyastawa: logine lali, piye yo?
04-08-2010 21:20
Dino: Sepi Dab..
23-06-2010 19:42
TOTO BUDIARJO: Mas aku protes, kok namaku gak ada di daftar alumnus IESP 88 ini emailku : totobudiarjo@yahoo.com
08-05-2010 22:32
Moeh. Aanas: ngapunten, ane download tulisan di website ini. mohon di Ikhlaskan ya?
05-05-2010 08:44
reni madawanto: pak amin yo' opo kbre rek..kok adem ayem...met ultah yo,smg sll dikaruniai kesehatan,kesuksesan jg kelg yg sakinah mawadah warokhmah..tambah bijak...amiin. ojo lali karo koncone iki..
30-03-2010 12:59
tata: Pak Lur kepriwe yen warna background-nya jangan merah...ugm kan kampus biru....piye yen diganti biru ae....sing mesti jangan ijo....mundak dikira tembelek ayam hehehhhee
12-03-2010 17:04
reni: kulo nuwun....
27-01-2010 17:26
susilo: Pak Lur yen arep ndelok plejengane konco2 opo iso yak ? aku penasaran karo plejengane kang Jaka Sriyana saiki ... sukur2 karo vespane .... pis
more...
Nama
Pesan 
 
                   
                   
Group G-88 di Facebook
Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia
Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah Finlandia.

Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.

Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.

Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu

Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran!

Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula.

Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Inimembantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.
Sumber: Top of the Class - Fergus Bordewich
Selasa, 26/02/2008 - 19:40 WIB
posted by LurKat 11049
NASKAH LAINNYA
Cerita Tentang Tukang Ledeng02/04/2008
Menanam Watak24/02/2008
Menepati Janji24/02/2008
Manusia Super di Jembatan Setiabudi24/02/2008
Sukses06/02/2008
Mudah Marah, Mudah Melupakan06/02/2008
Pantang Menyerah06/02/2008
Batu Besar06/02/2008
Memang Tak Mudah Menjadi Pemimpin28/12/2007
Kritik23/12/2007
Kasih Sayang Ayah23/12/2007
Menjadi Orang Yang Berpikir Positif 13/12/2007
Untung & Sial11/12/2007
Api & Asap10/12/2007
Cangkir yang Cantik 29/11/2007
Kisah Kepompong29/11/2007
Memahami Orang Lain 29/11/2007
Renungan Dari Pinggir Kolam 29/11/2007
Perangkap Tikus22/11/2007
Kepompong Kupu-Kupu15/11/2007
Gaji Papa Berapa?14/11/2007
Kebebasan Berarti Peduli13/11/2007
Manajemen Waktu bagi Orang Sukses09/11/2007
Sebuah Pilihan09/11/2007
Semua Butuh Proses31/10/2007
KISS (Keep It Simple Stupid)30/10/2007
Tukang Kayu26/10/2007
Keluarga, Bekerja, Ibu Rumah Tangga25/10/2007
Takkan Pernah Sebanding25/10/2007
Aku Lebih Baik dari Dia24/10/2007
Semut & Lalat 24/10/2007
Belajar Mencintai Dari Cicak24/10/2007
Memberi Kepada Yang Kecil24/10/2007
Refleksi Kehidupan23/10/2007
Cermati Penyebab Kegagalan23/10/2007
Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa23/10/2007
Aturlah Waktu Untuk Mengatur Kehidupan10/10/2007
Materialisme10/10/2007
Pesan Sang Ayah09/10/2007
Manusia, Indra, Cinta09/10/2007
Hlm. | 1 | 2 |
Sekretariat: Gedung Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta, Lantai III Sayap Selatan R 308
Telp. 0813 2875 9120 - http://www.guyub88.com - email: info@guyub88.com