User
Password
  Beranda
  Galeri Foto
  Kontak YM
  Alamat Facebook
  Naskah Hikmah
  Intermezem
  Buku Tamu
  IESP (100)
  Akuntansi (74)
  Manajemen (78)
06-08-2010 13:38
yudyastawa: logine lali, piye yo?
04-08-2010 21:20
Dino: Sepi Dab..
23-06-2010 19:42
TOTO BUDIARJO: Mas aku protes, kok namaku gak ada di daftar alumnus IESP 88 ini emailku : totobudiarjo@yahoo.com
08-05-2010 22:32
Moeh. Aanas: ngapunten, ane download tulisan di website ini. mohon di Ikhlaskan ya?
05-05-2010 08:44
reni madawanto: pak amin yo' opo kbre rek..kok adem ayem...met ultah yo,smg sll dikaruniai kesehatan,kesuksesan jg kelg yg sakinah mawadah warokhmah..tambah bijak...amiin. ojo lali karo koncone iki..
30-03-2010 12:59
tata: Pak Lur kepriwe yen warna background-nya jangan merah...ugm kan kampus biru....piye yen diganti biru ae....sing mesti jangan ijo....mundak dikira tembelek ayam hehehhhee
12-03-2010 17:04
reni: kulo nuwun....
27-01-2010 17:26
susilo: Pak Lur yen arep ndelok plejengane konco2 opo iso yak ? aku penasaran karo plejengane kang Jaka Sriyana saiki ... sukur2 karo vespane .... pis
more...
Nama
Pesan 
 
                   
                   
Group G-88 di Facebook
Menepati Janji
Rini sangat kesal. Sudah berkali-kali dia ditelepon seseorang bernama Susi yang menawarkan suatu produk jasa kepadanya. Susi ini benar-benar bandel. Rini sudah bilang bahwa dia tidak perlu, eh tetap saja ditawari. Katanya, siapa tahu kalau suatu saat perlu. Rini bilang tidak punya uang, eh, dia mengatakan bahwa Rini boleh membayar sebagian dulu, tidak perlu langsung dilunasi.

Bahkan dia menyarankan agar Rini menggunakan uang tunjangan hari raya untuk membeli produknya. Waktu Rini bilang dia biasa menggunakan uang tersebut untuk pulang kampung dan ditabung, eh, dia menyarankan agar Rini menggunakan transport yang lebih murah saja untuk pulang kampung dan sebaiknya menabung setiap bulan dari uang gajian daripada menabung setahun sekali. Bunganya lebih besar, katanya. Aduuh, bisa aja dia ngomong.

Sebenarnya Rini bisa mengerti mengapa Susi sangat gigih. Dia sendiri juga bekerja di bagian penjualan. Rini cukup terkenal sebagai penjual yang paling gigih dan paling berprestasi, karena itu dia dipromosikan sebagai penyelia. Semua orang di perusahaan itu mengagumi prestasinya. Tapi giliran bertemu Susi, Rini geleng-geleng kepala. Kalah deh dia.

Karena Rini memang tidak tertarik dengan produk yang ditawarkan Susi, maka dia selalu menolak. Karena tidak tahan, Rini ingin mengakhirinya. Maka, Rini kemudian menyatakan dengan tegas bahwa dia tidak mau. Rini tahu bahwa dia tidak perlu lagi mengemukakan alasan apapun. Dia hanya berkata dengan tegas bahwa dia tidak mau membeli. "Mengapa?" tanya Susi. "Ga apa-apa. Pokoknya tidak mau," jawab Rini.

Akhirnya Susi menanyakan apakah dia boleh menelpon lagi minggu depan. Rini mengatakan:" Tidak usah". "Bagaimana kalau bulan depan?" "Tidak perlu". Susi beluim putus asa. "Bagaimana kalau tiga bulan lagi?" "Percuma", kata Rini, "Saya tidak akan beli". "Kalau saya menelepon setahun lagi?", tanya Susi. Tawa Rini hampir meledak. Setahun lagi? Lama amat? "Boleh deh" katanya. Masih lama ini. Mana mungkin dia ingat.

Sejak hari itu, Rini terbebas dari Susi. Tapi dia belajar satu hal, kegigihan Susi membuatnya ingin meningkatkan dirinya. Susi tidak pernah sakit hati. Susi selalu tersenyum. Sikapnya terhadap orang lain tidak berubah meskipun orang lain tidak senang terhadapnya. Susi tetap ramah dan sopan. Kelihatan sekali, Susi sangat menyenangi pekerjaannya. Susi tidak menganggap proses menjual sebagai beban, sehingga dia bisa merasa sakit hati apabila gagal. Tidak. Susi menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.

Pernah Rini bertanya kepada Susi mengenai hal ini. Tapi Susi dengan gembira menjawab bahwa tak ada seorangpun yang harus membeli produknya. Kalau mereka tidak mau, ya tidak apa-apa. Memangnya setiap orang harus mau kalau ditawari suatu produk? Mana ada aturan begitu? Kalau suka, pasti orang akan membelinya, kalau tidak suka ya tidak apa-apa.

Rini ingin berusaha lebih baik. Bukan supaya dipuji atau dikagumi. Tapi supaya dia bisa merasakan kenikmatan dalam melakukan pekerjaannya. Dalam hatinya Rini tahu, dia belum seperti Susi yang tampak begitu menyukai pekerjaannya. Rini mulai mendisiplin dirinya sendiri. Pada saat-saat ingin bermalasan, maka Rini sengaja bekerja lebih giat, lebih banyak menelepon, lebih banyak bertemu calon pelanggan. Pada saat lelah, Rini beristirahat sebentar hanya untuk memulihkan staminanya. Setelah itu langsung mulai bekerja lagi.

Belum satu bulan, Rini sudah mampu meningkatkan prestasinya lebih jauh. Diam-dia dia berterima kasih pada Susi. Susilah yang membangkitkan semangat kerjanya. Entah dimana kini Susi berada.

Tiga hari yang lalu, tiba-tiba ada orang menelepon ke kantor. Ternyata Susi! Susi hanya berkata: "Mbak Rini, saya Susi dari PT ........Saya pernah berjanji kepada mbak Rini untuk menelepon mbak setahun lagi kan? Hari ini sudah tepat satu tahun sejak saya berjanji dulu. Makanya hari ini saya menelepon mbak Rini."

Hebat! Rini sudah lupa janji itu. Siapa sih yang mau mengingat-ingat janji pertemuan tahun lalu? Rini memang tidak menyangka kalau Susi akan menepati janjinya. Dulu waktu Susi berjanji, Rini menertawakannya. Kini, Rini mengaguminya. Salut deh.

Rini sampai malu rasanya. Selama ini Rini memang sering melupakan janjinya. Sering sekali sih tidak, tapi ada beberapa kali jugalah. Kini Rini berniat lebih menepati semua janjinya. Dia ingin seperti Susi. Begitu selesai mengucapkan janji, Susi selalu langsung menuliskan janji tersebut di buku agendanya agar tidak lupa. Setiap awal tahun, Susi selalu memindahkan semua janji yang belum ditepati ke agenda yang baru. Pantas, tidak ada janji yang terlupakan. Keep your promise! Never forget!
Sumber: Lisa Nuryanti, Pemerhati Etika dan Kepribadian
Minggu, 24/02/2008 - 14:37 WIB
posted by LurKat 11049
NASKAH LAINNYA
Cerita Tentang Tukang Ledeng02/04/2008
Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia26/02/2008
Menanam Watak24/02/2008
Manusia Super di Jembatan Setiabudi24/02/2008
Sukses06/02/2008
Mudah Marah, Mudah Melupakan06/02/2008
Pantang Menyerah06/02/2008
Batu Besar06/02/2008
Memang Tak Mudah Menjadi Pemimpin28/12/2007
Kritik23/12/2007
Kasih Sayang Ayah23/12/2007
Menjadi Orang Yang Berpikir Positif 13/12/2007
Untung & Sial11/12/2007
Api & Asap10/12/2007
Cangkir yang Cantik 29/11/2007
Kisah Kepompong29/11/2007
Memahami Orang Lain 29/11/2007
Renungan Dari Pinggir Kolam 29/11/2007
Perangkap Tikus22/11/2007
Kepompong Kupu-Kupu15/11/2007
Gaji Papa Berapa?14/11/2007
Kebebasan Berarti Peduli13/11/2007
Manajemen Waktu bagi Orang Sukses09/11/2007
Sebuah Pilihan09/11/2007
Semua Butuh Proses31/10/2007
KISS (Keep It Simple Stupid)30/10/2007
Tukang Kayu26/10/2007
Keluarga, Bekerja, Ibu Rumah Tangga25/10/2007
Takkan Pernah Sebanding25/10/2007
Aku Lebih Baik dari Dia24/10/2007
Semut & Lalat 24/10/2007
Belajar Mencintai Dari Cicak24/10/2007
Memberi Kepada Yang Kecil24/10/2007
Refleksi Kehidupan23/10/2007
Cermati Penyebab Kegagalan23/10/2007
Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa23/10/2007
Aturlah Waktu Untuk Mengatur Kehidupan10/10/2007
Materialisme10/10/2007
Pesan Sang Ayah09/10/2007
Manusia, Indra, Cinta09/10/2007
Hlm. | 1 | 2 |
Sekretariat: Gedung Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta, Lantai III Sayap Selatan R 308
Telp. 0813 2875 9120 - http://www.guyub88.com - email: info@guyub88.com