User
Password
  Beranda
  Galeri Foto
  Kontak YM
  Alamat Facebook
  Naskah Hikmah
  Intermezem
  Buku Tamu
  IESP (100)
  Akuntansi (74)
  Manajemen (78)
06-08-2010 13:38
yudyastawa: logine lali, piye yo?
04-08-2010 21:20
Dino: Sepi Dab..
23-06-2010 19:42
TOTO BUDIARJO: Mas aku protes, kok namaku gak ada di daftar alumnus IESP 88 ini emailku : totobudiarjo@yahoo.com
08-05-2010 22:32
Moeh. Aanas: ngapunten, ane download tulisan di website ini. mohon di Ikhlaskan ya?
05-05-2010 08:44
reni madawanto: pak amin yo' opo kbre rek..kok adem ayem...met ultah yo,smg sll dikaruniai kesehatan,kesuksesan jg kelg yg sakinah mawadah warokhmah..tambah bijak...amiin. ojo lali karo koncone iki..
30-03-2010 12:59
tata: Pak Lur kepriwe yen warna background-nya jangan merah...ugm kan kampus biru....piye yen diganti biru ae....sing mesti jangan ijo....mundak dikira tembelek ayam hehehhhee
12-03-2010 17:04
reni: kulo nuwun....
27-01-2010 17:26
susilo: Pak Lur yen arep ndelok plejengane konco2 opo iso yak ? aku penasaran karo plejengane kang Jaka Sriyana saiki ... sukur2 karo vespane .... pis
more...
Nama
Pesan 
 
                   
                   
Group G-88 di Facebook
Pantang Menyerah

Wenny sudah setahun bergabung dengan perusahaan asuransi jiwa sebagai branch manager. Lumayan sih prestasinya. Paling tidak, penghasilan cabang yang dipimpinnya selalu mencapai target. Secara pribadi, dia sendiri setiap bulan pasti mendapat nasabah juga.

Kadang-kadang satu atau dua nasabah per bulan tapi pernah juga lima nasabah dalam sebulan. Selain mencari nasabah, dia juga bertugas memotivasi para konsultannya, menemani mereka bertemu nasabah, mencari konsultan baru, dan memimpin operasional kantor cabang tersebut.

Sebelum bergabung dengan perusahaan asuransi ini, Wenny dulu bekerja sebagai manajer di perusahaan consumer goods. Sebetulnya posisi Wenny sudah bagus di perusahaan tersebut. Prestasi kerjanya sangat bagus. Wenny juga suka sekali bekerja di sana.

Hubungan dengan atasan dan sesama rekan kerja sangat baik. Kompak sekali. Tapi Wenny adalah orang yang suka tantangan. Ketika salah seorang teman mengajaknya bergabung dengan perusahaan asuransi sebagai branch manager, dia merasa sangat tertantang dan memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Ketika Wenny mengajukan surat pengunduran dirinya, pimpinannya sampai menyempatkan diri bertemu Wenny dan menyarankan agar Wenny memikirkan ulang keputusannya. Beliau mengusulkan agar Wenny menggunakan waktu sekitar dua minggu lagi untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.

Bahkan beliau mengatakan seandainya Wenny berubah pikiran, dan tidak jadi keluar, maka surat pengunduran dirinya itu akan diabaikan oleh beliau. Beliau sangat mengharapkan agar Wenny tetap bekerja di sana. Tapi waktu itu, Wenny sangat mantap dan yakin dengan keputusannya. Apalagi suaminya juga mendukung keputusannya.

Setelah satu tahun bergabung di perusahaan yang baru ini, Wenny tetap bersemangat tinggi. Mengingat hubungan baik dengan atasannya, maka Wenny memutuskan untuk menawarkan produknya kepada pimpinan perusahaan tempatnya bekerja dulu. Sulitnya, beliau selalu tiba di kantor pagi-pagi sekali sebelum pukul setengah tujuh. Begitu beliau masuk ke dalam, jangan harap bisa diganggu.

Pagi-pagi, beliau langsung memeriksa semua surat-surat yang masuk kemarin hingga pukul delapan, baru langsung bekerja. Beliau baru pulang sekitar pukul delapan malam. Beliau sangat sibuk. Sulit sekali ditemui.

Wenny tidak mau menyerah terhadap setiap tantangan. Semakin sulit tantangan, dia semakin bersemangat. Wenny segera memutuskan untuk menemui beliau sebelum beliau masuk kantor. Itu adalah satu-satunya kesempatan untuk bisa bertemu langsung dengan beliau. Sebelum pukul setengah tujuh, Wenny sudah tiba di lobi gedung perkantoran tersebut. Karena memang sudah kenal baik ketika dulu menjadi karyawan di perusahaan tersebut, maka pimpinan tersebut menerima kunjungan Wenny dengan ramah. Beliau sempat menanyakan perkembangan Wenny setelah bergabung di perusahaan yang baru.

Kemudian Wenny menawarkan produknya. Dia berjanji untuk datang lagi keesokan harinya dan mengirimkan proposal. Setelah itu berjalanlah proses penjualan. Setiap Selasa pagi Wenny datang ke kantor tempatnya bekerja dulu untuk menemui mantan atasannya. Kemajuan yang diperoleh sangat sedikit. Berbulan-bulan tidak ada kemajuan. Beliau sangat sibuk sehingga setiap kali bertemu, baru beliau ingat tentang penawaran Wenny.

Tapi Wenny tidak putus asa. Setiap Selasa pagi dia selalu siap menunggu di lobi gedung perkantoran itu untuk menemui mantan atasannya. Pernah suatu kali, entah karena sedang banyak masalah, beliau datang ke kantor dengan ekspresi tergesa-gesa.

Melihat Wenny, beliau tidak tersenyum, tapi beliau mengatakan kata-kata yang sangat mengejutkan: "Aduh Wenny. Terus terang, lama-lama saya eneg [mual] melihat you." Dalam hatinya, Wenny sangat terkejut. Dia tidak menyangka kata-kata semacam itu akan diucapkan kepadanya.

Tapi Wenny cepat menanggapi dengan sikap positif dan penuh percaya diri. Dia menjawab dengan nada suara tetap ramah dan percaya diri. Sambil tetap tersenyum, tanpa beban, tanpa rasa tersinggung, dan dengan hati yang tulus, Wenny menjawab:"Aduh, maaf Pak. Saya hanya ingin mengirimkan proposal yang baru ini."

Kemudian sambil tetap tersenyum dia minta diri. Minggu depannya, Selasa, Wenny tetap datang berkunjung lagi. Begitu seterusnya, dia tidak pernah absen.

Setahun sudah berlalu, dan usaha Wenny tampaknya sia-sia. Belum ada hasil. Hari ini tepat satu tahun sejak Wenny menghubungi beliau. Wenny sudah hampir putus asa. Dia sempat berpikir kalau hari ini beliau tidak mau lagi, maka Wenny akan menyerah. Pagi ini Wenny datang lagi dengan semangat baru. Seperti biasa dia menunggu beliau di lobi.

Ketika beliau datang, Wenny segera memberikan salam. Beliau berkata: "Wenny, kemarin saya sudah check up ke rumah sakit." Memang beliau harus mengikuti cek kesehatan dulu karena beliau menderita tekanan darah tinggi ringan. Wenny terkejut:"Check up?" "Ya", jawab beliau. "Kemarin?" tanya Wenny terheran-heran. Ternyata pada hari Minggu beliau sudah cek medis sendiri ke rumah sakit.

Rasanya tidak percaya. Ternyata usaha Wenny selama setahun tidak sia-sia. Dia mendapatkan nasabah, dan Wenny juga merasa puas telah memberikan jasa pelayanan yang baik dalam membantu beliau. Never give up! You never know when success will come!

Sumber: Potensi Diri - Pantang Menyerah oleh Lisa Nuryanti, Pemerhati Etika dan Kepribadian
Rabu, 06/02/2008 - 22:01 WIB
posted by LurKat 11049
NASKAH LAINNYA
Cerita Tentang Tukang Ledeng02/04/2008
Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia26/02/2008
Menanam Watak24/02/2008
Menepati Janji24/02/2008
Manusia Super di Jembatan Setiabudi24/02/2008
Sukses06/02/2008
Mudah Marah, Mudah Melupakan06/02/2008
Batu Besar06/02/2008
Memang Tak Mudah Menjadi Pemimpin28/12/2007
Kritik23/12/2007
Kasih Sayang Ayah23/12/2007
Menjadi Orang Yang Berpikir Positif 13/12/2007
Untung & Sial11/12/2007
Api & Asap10/12/2007
Cangkir yang Cantik 29/11/2007
Kisah Kepompong29/11/2007
Memahami Orang Lain 29/11/2007
Renungan Dari Pinggir Kolam 29/11/2007
Perangkap Tikus22/11/2007
Kepompong Kupu-Kupu15/11/2007
Gaji Papa Berapa?14/11/2007
Kebebasan Berarti Peduli13/11/2007
Manajemen Waktu bagi Orang Sukses09/11/2007
Sebuah Pilihan09/11/2007
Semua Butuh Proses31/10/2007
KISS (Keep It Simple Stupid)30/10/2007
Tukang Kayu26/10/2007
Keluarga, Bekerja, Ibu Rumah Tangga25/10/2007
Takkan Pernah Sebanding25/10/2007
Aku Lebih Baik dari Dia24/10/2007
Semut & Lalat 24/10/2007
Belajar Mencintai Dari Cicak24/10/2007
Memberi Kepada Yang Kecil24/10/2007
Refleksi Kehidupan23/10/2007
Cermati Penyebab Kegagalan23/10/2007
Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa23/10/2007
Aturlah Waktu Untuk Mengatur Kehidupan10/10/2007
Materialisme10/10/2007
Pesan Sang Ayah09/10/2007
Manusia, Indra, Cinta09/10/2007
Hlm. | 1 | 2 |
Sekretariat: Gedung Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta, Lantai III Sayap Selatan R 308
Telp. 0813 2875 9120 - http://www.guyub88.com - email: info@guyub88.com