Seperti kita ketahui rezim ORBA adalah rezim yang sangat represif & otoriter. Rezim yang terkena syndrom PARNO. Waktu itu hampir semua pamong pemerintahan, kepolisian & militernya terkena penyakit ulama phobia. Bayangkan, seorang kyai atau ulama yang sudah pasti kadar integritas moralnya harus minta Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) kepada polisi yang nuwun sewu apakah mereka lebih baik kelakuannya daripada ulama? Ehm, sebuah negri yang paradox. Negri yang kebalik-balik logika & akal sehatnya.
Tapi kita di sini kita tidak mau cerita politik. Ini hanyalah sepenggal kisah nyata bagaimana kebodohan seorang aparat polisi di jaman yang 'bodoh' saat itu.
Seorang komandan kepolisian suatu hari disertai beberapa anak buahnya mendatangi sebuah acara seminar. Dengan muka sangar dia bertanya kepada panitia acara, "... Siapa yang jadi nasumber di seminar ini? Karena menurut laporan yang saya terima orangnya vokal..."
"KH Abdurrahman Wahid, pak..." jawab panitia mantap
"Yang benar...?"
"Benar pak. Bisa dicek kok pak..."
Tiba-tiba komandan tersebut kelihatan marah & membentak anak buahnya, "... Gimana kalian ini, kalau membuat laporan yang benar dong! Kalau Abdurrahman Wahid ini setahu saya orangnya baik. Beliau sangat kooperatif dengan pemerintah..... Kalau Gus Dur seperti yang kalian laporkan itu orangnya terlalu vokal, jadi harus kita cekal...."
Rombongan polisi itu bergegas pamit, sementara para panitia ketawa cekikikan......
|