Pulang dari reuni di Bebek Bali Senayan sekitar jam 23.00, LurKat diajak dugem ama Munadi beserta 5 teman lainnya. Katanya mau nyantai-nyantai aja di tempat karaoke. Lha kok jebule diajak dugem ke X2, sebuah tempat dugem elit di daerah Plaza Senayan.
Baru mau nyampe pintu masuknya aja bulu kuduk LurKat udah berdiri njegrak, lihat cewek-cewek sexy berpakaian vulgar. Lalu ketika mau masuk tidak diperbolehkan sama yang jaga pintu dengan alasan LurKat nggak pakai sepatu. Tapi bukan LurKat namanya jika tidak panjang akalnya. Dengan ilmu tipu-tipu yang dikuasainya, dia berbohong mengaku sebagai anak buah pak Munadi yang mau menyerahkan sesuatu pada bosnya. Penjaga sebenarnya tidak percaya begitu saja & tapi LurKat denggan gesit berlari masuk, menembus barikade penjaga lapis kedua.
Sampai di dalam ruangan, byuh byuh byuh... semakin berdegup kencang jantung LurKat, karena nuansanya kayak horor getu. Bunyi dentuman musik dari sang DJ bergetar kencang di tengah suasana remang-remang ruangan yang sangat romantis. Sehingga membikin tubuh-tubuh yang bergoyang mandi keringat, padahal ruangan dingin ber-AC.
Lainnya bergoyang mengikuti irama musik, LurKat malah bengong. Karena dasar orang udik & katrok, LurKat gak bisa menikmati musiknya. Dia lebih suka goyang gengsot di panggung dangdut kelas rendah di kampungnya, dengan penyanyinya yang kebanyakan (maaf) nggak pakai CD & goyangnya yang lebih dahsyat dibanding Inul ataupun sekelas Dewi Persik.
Terus yang bikin LurKat memaki-maki dalam hati, karena tidak ada cairan yang bisa diminum selain BANYU GEMBLUNG. Ya terpaksalah dia ikut minum juga. Tapi menurutnya meskipun harganya katanya jutaan, rasanya nggak enak di lidah. Menurutnya masih lebih enak minum BANDREK atau BAJIGUR. Lebih mak nyusssss katanya... Dasar orang udik!
Sampai rumah jam 03.00 LurKat langsung mandi terus sholat. Selesai sholat dia berdoa "Ya Tuhan aku minum banyu bledhek tadi bukan buat mabuk-mabukan, tapi hanya sekedar demi menjaga pergaulan. Semoga Engkau memberi pengampunan... Amin"
|