Sepasang suami istri kaya penasaran dengan masa depan anaknya yang berumur 12 tahun, kelak mau jadi apa setelah dewasa nanti. Karena perilakunya sehari-hari di luar kelaziman anak-anak kecil pada umumnya. Mereka membawanya ke seorang psikolog terkenal.
Sampai di tempat psikolog si anak dimasukkan ke sebuah ruangan dimana ada sebuah meja yang di atasnya terletak segepok duit, kitab suci dan sebotol minuman keras. Kedua orang tuanya & sang psikolog memperhatikan dari ruangan sebelah lewat kaca satu arah.
"Kalau dia mengambil duit, artinya dia akan suka jadi pengusaha atau bisnisman....." kata si Psikolog.
"Kalau mengambil kitab suci?" tanya si ibu.
"Oooo dia akan menjadi seorang yang taat beragama. Saat dewasa kelak dia akan jadi orang yang sholeh... Terus kalau dia memilih minuman keras, jelas kelak dia akan jadi orang brengsek yang suka berbuat dosa...." ujar si Psikolog.
Dengan hati berdebar-debar suami istri kaya itu mengamati apa yang akan dipilih oleh sang anak. Sementara si anak masih thingak-thinguk melihat ketiga benda yang ada di atas meja. Tiba-tiba dia melakukan sesuatu yang di luar dugaan. Kitab suci dia kempit di ketiaknya, duit dimasukkan ke kantong celana & minuman keras dia tenggak sampai habis.
Kedua orang tuanya tentu saja kaget bukan kepalang."Wah gimana ini kok semua diambil. Akan jadi apa dia kelak?" tanya ibunya cemas.
"Selamat ya... wah rupanya anak Anda berbakat jadi politikus hebat..." kata si Psikolog tenang.