Suatu hari Lurah Katrok ditawari temannya jadi sopir pribadinya wong londo Amrik. Daripada luntang-lantung nggak ada kerjaan pasti, doi langsung mau. Doi pikir gampanglah itu kalau diajak ngobrol bahasa Inggris ama bossnya. Dulu waktu masih muda doi pernah kursus di ELTI selama 3 bulan.....
Namun dasar sial, hari pertama bertugas sebagai driver Lurka menabrak kendaraan yang tiba-tiba mendadak berhenti tepat di depannya.
Dengan penuh ketakutan doi minta maaf kepada si boss, “Sorry Sir, I brake brake, do not eat. After I check the wheel no flower again.”
Maksudnya : "... Maaf Tuan, saya rem-rem nggak makan, setelah saya cek rodanya nggak ada kembangannya lagi..."
Begitu si Boss memaki-maki & kelihatannya mau ikutan ribut, Lurka nyeletuk, “Don't be surplus.... Don’t follow mix, Sir! I know the driver. The bring that car if not wrong is only the children fruit not quality same as me. He stupid no play! I will beat him, let know taste.”
Maksudnya: "... Jangan berlebihan... Jangan ikut campur, Pak! Saya kenal sopirnya. Yang bawa mobil itu kalo nggak salah cuma anak buah nggak bermutu seperti saya. Dia memang goblok bukan main! Akan saya hajar dia, biar tahu rasa..."
Si Boss Amrik melongo....
Hari kedua Lurka gak masuk kerja, terus pas esoknya dia masuk si boss nanya, “Why didn’t you come to work?”
Lurka menjawab, “I am sorry boss, my body is not delicious. Yesterday my body taste like enter the wind.”
Maksudnya: "... Maaf boss, badan saya tidak enak. Kemarin badan saya rasanya seperti masuk angin..."
Si Boss Amrik lagi-lagi melongo..... |