Peristiwa ini kejadiannya sudah berlangsung sangat lama. Sebuah peristiwa lucu sekaligus ironi yang menimpa Mohamad Sobary, seorang penulis & kolumnis yang cukup produktif.
Kang Sobary ini saat itu salah satu pekerjaan rutinnya adalah menulis di Kompas. Kalau saat ini kadang 3 minggu atau sebulan sekali menjadi kontributor rubrik ASAL USUL di Kompas Minggu. Saking biasanya dia keluar masuk kantor Kompas, dia suka sembarangan kalau mau menggunakan perangkat komputer untuk menulis artikel. Perlu diketahui pastilah saat itu Kang Sobary belum punya laptop karena belum usum. Jadi di mana ada komputer nganggur, langsung aja dia pakai buat bekerja.
Pada suatu ketika saat Kang Sobary lagi asyik menulis artikel, tiba-tiba datang seorang wartawan muda yang masih magang dengan sangat tergesa-gesa. Rupanya dia dikejar deadline. Melihat ada seseorang berpenampilan katrok yang belum dia kenal di ruangan khusus wartawan, langsung aja dia nerocos, "Hei, pak Bon ini gimana sih. Malah main-main komputer di sini. Maaf ya komputernya mau saya pakai..." Rupanya Kang Sobary dikira office boy sama wartawan muda itu.
Dasar Kang Sobary ini orangnya santai & type penyantun, tanpa berkata apa-apa dia langsung aja ngeloyor pergi setelah menyimpan hasil ketikannya di disket. Si wartawan muda segera melakukan pekerjaannya. Namun tidak berapa lama dia dipanggil oleh PEMRED bidang tempat dia magang. Bergegas dia masuk ke ruangan sang boss. Namun alangkah terkejutnnya dia karena orang yang disangkanya office boy tadi ada di ruangan itu, malahan sedang asyik duduk di kursi bossnya sambil mengetik, dimana dia & anak buah lainnya nggak bakalan berani melakukannya.
Keluar dari ruangan bossnya, si wartawan muda mulai gelisah. Dia nggak nyangka kalau orang yang disepelekannya tadi ternyata sangat kenal baik dengan Pemrednya. Karena penasaran dia coba bertanya pada sekretaris pak Pemred. Si sekretaris menjawab kalau orang yang sering datang ke kantor itu namanya Kang Sobary. Si wartawan muda merasa nggak asing dengan nama itu. Pikirnya dia pernah membaca beberapa karyanya.
Saat Kang Sobary keluar ruangan, si wartawan muda mengejarnya untuk minta maaf. "Pak, maafkan saya ya. Saya tadi tidak tahu kalau bapak adalah..... Ahmad Thohari"
Thet thot....! Itu namanya salah kuadrat dab! Sudah tidak mengenali orang yang terkenal, rupanya wartawan muda ini juga tidak bisa membedakan nama Mohamad Sobary dengan Ahmad Thohari, penulis novel "Ronggeng Dukuh Paruk" yang sangat terkenal itu..... |