Lagi enak-enaknya cak Srondhol tidur, di tengah malam tiba-tiba anak lelakinya bangun & menangis seperti ketakutan.
"Aku mimpi mbah Kakung meninggal..." kata anaknya.
"Ah sudahlah tidur lagi aja, itu kan cuma mimpi..." kata cak Srondhol menenangkan anaknya.
Paginya ada interlokal, memberi kabar kalau bapaknya cak Srondhol meninggal karena serangan jantung. Cak Srondhol berpikir, kebetulan saja mimpi anaknya sama dengan berita kematian yang dia terima.
Minggu depannya, anak lelakinya menangis histeris lagi di tengah malam. "Aku mimpi mbah Putri meninggal..." kata anaknya.
"Aduh kamu ini cuma mimpi, jangan menangis to... udah tidur lagi aja...." ujar cak Srondhol.
Kebetulan kok ya paginya ada interlokal yang memberi kabar kalau ibunya cak Srondhol meninggal karena jatuh terpeleset di kamar mandi. Kali ini cak Srondhol mulai berpikir jangan-jangan anaknya punya kemampuan lebih.
Sebulan kemudian, anak lelakinya menangis lagi. Sama seperti kejadian sebelumnya, dia bilang kali ini yang meninggal bapaknya. Setelah anaknya tidur kembali, gantian cak Srondhol yang nggak bisa tidur. Dia diliputi ketakutan sepanjang malam. Jangan-jangan aku mati beneran, pikirnya. Tapi sampai subuh ternyata tidak ada kejadian apa-apa.
Menjelang matahari terbit, istrinya menerima telepon & langsung menangis histeris. Tentu saja cak Srondhol heran & bertanya kepada istrinya, "Ada apa kamu kok pagi-pagi menangis?"
"Aduh cak.... tukang kredit yang sering kemari meninggal semalam..." jawab istrinya terisak-isak.
|