Sore-sore sehabis pulang menggembalakan kambing, Bunali melihat sohibnya Brudin lagi bertengger di atas pohon. Brudin ketawa-ketawa sendiri dengan napas tersengal-sengal.
"Kamu kenapa Din?" tanya Bunali.
"Waduh, baru saja aku mau mati disruduk celeng gede..."
"Wah gimana tuh ceritanya?"
"Tadi aku ketemu celeng, lalu isengku muncul. Kugoda dia dengan bambu. Tiba-tiba celengnya ngamuk, trus aku diuber-uber mau disruduk. Tapi untunglah celeng itu bolak-balik jatuh kepeleset. Pas jatuh itulah aku sempat memanjat pohon ini...."
"Waduh kamu mau mati disruduk celeng masih bisa ketawa-ketawa. Kalau aku pasti sudah terkencing-kencing..." kata Bunali kagum.
"Lho aku juga begitu. Lha kamu pikir celengnya itu kepeleset apa....?"
|