Soleh adalah pembantu di rumah Pak Imron. Pak Imron ini punya anak gadis yang cantik sekali, namanya Romlah. Diam-diam si Soleh naksir berat sama Romlah. Tapi karena perbedaan status, perasaan itu dipendamnya sekian lama.
Suatu hari Pak Imron menyuruh Soleh mengambil sandal di kamar Romlah. Romlah sedang asyik SMS-an ama temannya, ketika Soleh masuk ke kamarnya. Tiba-tiba pikiran jelek Soleh muncul. "Den ayu Romlah... ehm saya tadi sudah minta ijin ngesun pipimu sama Bapak & diijinkan..." kata Soleh.
Romlah tentu saja kaget & tidak percaya, "Kamu jangan kurang ajar ya. Nggak sudi aku....!"
Soleh nggak kurang akal, "Pak, Romlah nggak mau ngasihkan..." teriak Soleh.
Pak Imron marah, "Sudahlah nduk, kasihkan saja. Jangan melawan perintah bapak to..."
Romlah terpaksa menurut. Soleh dengan hati berbunga-bunga mengecup pipi Romlah dua kali. Lalu dia ambil sandal & diantarkan pada juragannya.
Karena malu campur jengkel, Romlah menangis keras. Dia berlari ke arah bapaknya & melaporkan kelakuan Soleh. Tentu saja Pak Imron marah berat. "Anak kurang ajar... Kamu apain anakku hah..."
"O alah Pak, gitu aja kok marah. Itu tadi kan cuma kulit ketemu kulit..." kata Soleh merajuk.
Bergegas Pak Imron menuju dapur & mengambil duren. Kebetulan tadi pagi istrinya membeli banyak duren di pasar. Lalu duren itu dihantamkannya ke wajah Soleh. Tentu saja Soleh meraung kesakitan & menangis berguling-guling di lantai.
"Leh Soleh, kamu ini kan lelaki. Gitu aja nangis... Itu tadi kan cuma kulit ketemu kulit..." kata Pak Imron kalem.
|