Sumar lagi asyik nonton acara favoritnya di TV, yaitu Liga Inggris antara MU vs Arsenal. Tiba-tiba istrinya datang mengeluh, "Cak, aku mau masak air tapi gasnya habis, tolong belikan sebentar ke agen gas sebelah..."
Sumar jengkel, lagi seru-serunya nonton bola kok malah disuruh beli gas. Jawabnya sambil bersungut-sungut, "Memangnya kamu kira aku ini PERTAMINA apa...!"
Lalu istrinya pergi ke belakang. Tapi tak lama kembali dia ngerecoki suaminya, "Cak, kran di dapur bocor. Airnya tumpah ruah ke lantai..."
Sumar semakin jengkel. Dengan ketus dia bilang, "Memperbaiki kran? Memangnya aku ini PDAM apa....!"
Kemudian istrinya ke belakang lagi. Tapi seperti tadi, dia kembali mendatangi suaminya, "Cak, lampu kamar mandi putus. Aku mau kencing takut. Tolong belikan lampu bohlam yang baru ya..."
Sumar jadi emosi, "Memangnya aku ini PLN apa...!"
Saking jengkelnya diganggu terus menerus sama istrinya, Sumar pergi ke rumah tetangga sebelah, melanjutkan nonton bolanya. Kebetulan kesebelasan jagoannya kalah. Dia pulang ke rumah dengan penuh uring-uringan. Tapi dia heran melihat air minum sudah tersedia, lampu kamar mandi sudah diganti yang baru & kran di dapur sudah tidak bocor lagi. Dia bertanya pada istrinya, siapa yang malam-malam mau berbaik hati menolong.
"Begini Cak, saat sampeyan pergi tadi aku nangis di depan rumah. Tiba-tiba Kholil, mantan pacarku lewat & bertanya kenapa aku menangis. Kuceritakan permasalahanya. Dia sanggup menolongku tapi dengan syarat tertentu"
"Apa syaratnya?" Sumar mulai curiga.
"Aku harus memilih, dicium bibirku atau disuruh membuatkan roti... Aku milih dicium bibirku...."
Sumar mendelik menahan emosi, "Kamu ini goblog, kenapa tidak kamu buatin roti saja?'
Istrinya gantian melotot & berkacak pinggang, "Kamu pikir aku ini PABRIK ROTI apa...!"
|