Ini cerita Gus Dur saat menjadi presiden dalam sebuah lawatan politik ke negri China. Rombongan Gus Dur dijamu oleh pemerintah China dengan mewah. Pada acara itu hadir Perdana Mentri China beserta beberapa jajaran mentri di bawahnya.
Setelah acara seremonial yang membosankan, saatnya tiba giliran Gus Dur berpidato mewakili pemerintah RI. Dasar Gus Dur orangnya seneng ndagel maka otomatis beliau mengeluarkan joke-joke segarnya. Setiap beberapa kalimat ada petugas penerjemah yang menerjemahkan ke dalam bahasa China. Jadinya yang hadir tetap ketawa cuma ada jedanya, menunggu sang penerjemah menyelesaikan tugasnya.
Sampai suatu cerita yang asyik Gus Dur lupa mengerem guyonannya. Pada saat cerita sudah selesai, barulah beliau tersadar & bilang kepada penerjemahnya, "Silakan diterjemahkan..."
Si penerjemah berpikir sejenak, lalu dia cuma bilang dua patah kata dalam bahasa China. Tapi semua yang hadir tertawa serentak. Tentu saja Gus Dur heran bukan kepalang & penasaran sekali, apa ya yang diucapkan penerjemahnya itu?
Saat Gus Dur sudah selesai pidato, dia mendekati penerjemahnya & bertanya, "Apa yang Anda ucapkan secara singkat tadi sehingga semua orang tertawa...?"
"Oooo saya cuma bilang... silakan tertawa!" jawab si penerjemah dengan enteng.
|